Kamis, 04 Februari 2016

Kumpulan Hikmah II




*
Menjadi guru atau pendakwah adalah tugas kita. Dimana pun dan kapan pun, kita harus bisa memberi pelajaran dan menebar kebaikan; dengan lisan, tulisan & akhlak.
**
Sebesar dan setinggi apa pun bicaramu tentang Islam. Jika engkau tak pandai baca Al Qur'an, maka hilanglah kepercayaan umat terhadapmu.
Belajarlah IQRA'! IQRA'! IQRA'!
Belajar qiro'at, tajwid dan makhrajnya.
Akan datang waktu dimana seharusnya engkau bisa menjadi imam sholat, namun ternyata engkau tidak bisa, dan di saat itu, engkau akan SANGAT MENYESAL.
***
Kebaikan yang dulu pernah kaumulai. Lalu terhenti di tengah jalan. Maka lanjutkanlah! Teruskan kebaikan itu. Lakukan! Jika karena Allah, yakin bahwa itu tak akan sia-sia. SEMANGAT!
****
Teruslah berjuang! Kita tak boleh kalah. Walau mungkin kita lelah. Tapi lelah bukan berarti kita harus berhenti.
*****
Orang yang sering gagal, tapi ia tidak menyerah; terus berusaha dan mencoba.
Kelak, saat ia berhasil, ia akan menjadi orang yang rendah hati dan bijaksana.
Subhanallah walhamdulillah.

Jauh dari-Mu adalah Nestapa




Demi kemuliaan dan keagunganMu,
sungguh tiada sesuatu yang paling indah didengar selain ayat-ayatMu apalagi ketika dibaca oleh hambaMu yang khusyu',
maka jadikanlah hamba sebagai orang yang sentiasa berdiri dibarisan paling depan, dibelakang imam yang khusyu' dan takut kepadaMu,

Sungguh Yaa Rabb,
tiada kenikmatan yang paling hamba senangi melainkan disaat hamba bisa merasakan manisnya membaca Al Qur'an,
maka segala puji bagiMu yang telah mengajarkan hamba baca Al Qur'an,

duhai sungguh bahagia diri ini Yaa Rabb,
yang jikalau para raja mengetahui kebahagiaan hati ini, mungkin mereka akan merebutnya dengan senjata-senjata,

sungguh benarlah apa yang pernah dikatakan oleh salah seorang hambaMu,
“aku merasakan syurga di hatiku, kemana pun mereka memenjarakanku, maka bersamaku adalah syurga”,

Dan segala puji bagiMu duhai Yang selalu hamba rindu,
Hamba bersyukur kepadaMu atas segala ni’mat yang tidak terbatas dan terhitung,
Semakin hamba mendekat menujuMu, semakin hamba merasakan syurga di hati,
Kedamaian, ketenangan, dan entah bagaimana hamba mengungkapkannya,

Oh yaa Allaah,
Bertaqarrub kepadaMu adalah istirahat yang paling nikmat dari kesibukkan dunia yang fana,
Maka dekatkanlah hamba selalu padaMu,
Karena betapa hamba menyadari, bahwa jauh dariMu adalah nestapa.

Senin, 11 Januari 2016

Kumpulan Hikmah

*
Allah akan membiayi kehidupanmu; apa yang kamu butuhkan dan apa yang ingin kamu bagikan.
Adapun apa yang ingin kamu nikmati sendiri, kamu hanya akan diberi sekedarnya saja.
Maka janganlah pernah berpikir untuk menikmati segalanya seorang diri. Tapi ingatlah, apa yang benar-benar kamu butuhkan dari hartamu, dan ingatlah bahwa dari hartamu ada bagian yang harus kamu sisihkan dan bagikan untuk kebahagiaan orang lain.
Subhanallah wabihamdih subhanallahil'azhim.

**
Apa yang kaurasa akan menyakiti hatimu; perbuatan atau perkataan. Maka jangan lakukan itu pada orang lain.
Aduhai, betapa anggun pribadi yang banyak diam.
Tahukah?! Bahwa baik-buruknya agama seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia berperangai terhadap sesama.
Islam adalah agama yang indah.
Seorang muslim yang baik pemahaman agamanya, maka yang terlihat darinya adalah keindahan.
Subhanallah wabihamdih subhanallahil'azhim.

***
Diantara ciri orang shalih adalah selalu saja ada kucing yang mendatanginya.
Sebab kucing tahu, bahwa orang shalih tidak akan berbagi sisa, justru, dia akan berbagi dengan bagian yang paling bisa dinikmati oleh kucing yang mendatanginya tsb, sampai-sampai, kucing tsb dapat merasakan kemesraannya dalam berbagi.
‪#‎Allah ya Allah, betapa indah pribadi orang shalih.
Hemh... Hayo bagaimana? Andakah orang shalih itu!

****
Hai lelaki!
Jika kamu dewasa; kamu datangi Tuhannya; istikhorokan.
Setelah mantap; kamu datangi orangtuanya; pinang dia.
Jika diterima, syukur.
Jika tidak, ya kabur baelah.
Tapi yakin hai lelaki, jika tak kaudapati apa yang kauingini, padahal kausudah usaha, maka itu pertanda bahwa usahamu berhak dihargai dengan yang lebih baik. ‪#‎asyik! Insyaallah.

*****
Hebatnya Allah subhanahu wa ta'ala tatkala memberi.
Dia memberi sampai kita merasa puas.
"Dan sungguh Rabbmu akan memberimu sampai kamu merasa puas." (Ad Duha : 5)
Subhanallah wabihamdih subhanallahil 'azhim.
Diantara nama Allah adalah Ar Razzaaq. Dalam bahasa arab kalimat Ar Razzaaq merupakan kalimat shighah mubalaghah dari wazan Fa''aal, yang bermakna senang atau berlebih. Ar Razzaaq bermakna Allah senang memberi rizki atau Allah selalu melebihkan rizki kepada seorang hamba melebihi kadar usaha hamba tsb dalam meraihnya.
Allahu akbar. Shadaqallahul'azhim.
"Sesungguhnya Allah Dia lah Ar Razzaaq Yang memiliki kekuatan lagi sangat kokoh." (Ath Thur : 58)

Kamis, 22 Oktober 2015

Kala Merindu




Kala aku merindu;
Aku bagai duduk di atas sampan, berada di tengah laut, tenang, sendirian.
Ingin turun dari sampan, tersadar bahwa di bawahku adalah laut, yang ada aku dilahap hiu atau paus.
Dan jika aku terus-terusan berada di atas sampan, lama-lama aku jadi ikan gesek terpanggang panas matahari.
Kugunakan saja kayuh harapanku, mencari tepian pantai, tahu-tahu aku lelah, terasa seakan semua anggota badan terpisah berantakan.

Kala aku merindu;
Aku bagai menahan beban batu besar di pundakku, terasa sungguh jalanku kepayahan, terseyok-seyok.
Ingin kujatuhkan, tapi batu besar ini seperti sudah sangat melekat di punggungku, tanganku pecah-pecah, punggungku berdarah-darah, keringat peluh deras membuncah.

Kala aku merindu;
Aku seperti sedang duduk di sebuah gerbong kecil, menyusuri terowonagn panjang yang gelap, pekat.
Aku tak bisa melihat apa-apa, bahkan sekedar melihat telapak tanganku sendiri.

Rindu; perasaan abstrak, entah di sebelah mana letaknya di hati ini.
Jika sekiranya rindu itu menempel di tangan, pastilah mungkin sudah kupotong tangan ini.

Namun tersadar, apalah artinya jika aku hidup dengan sebelah tangan yang terpotong.

Ah rindu!

Minggu, 06 September 2015

Sederhana Yang Berbuah Syurga



Imam Ibnul Qayiim berkata,

“Sesungguhnya dalam memenuhi kebutuhan (menolong) manusia ada rasa kelezatan yang tidak bisa dikecap dan diketahui melainkan oleh orang yang melakukannya. Dan selalulah berbuat baik kepada siapa pun! Sebab kamu tidak tahu, kebaikan apa yang akan mengantarkanmu ke syurga.”

Subhanallah, jika kita renungi tutur kata indah beliau, maka kita akan mendapati bahwa betapa luas kasih dan sayang Allah subhanahu wa ta’ala bagi mereka yang senang melakukan kebaikan. Sehingga tidak heran jika di dalam Al Qur’an diabadikan sebuah pengakuan cinta dari Yang Maha Kuasa.

“Dan Allah mencintai orang-orang yang senang berbuat kebaikan.” (Ali Imran : 134)

Apa pun jenis dan bentuk kebaikan yang bisa kita lakukan, maka hendaknya kita lakukan dengan segera dan berkesinambungan. Tidak perlu menunggu momen atau sesuatu untuk melakukan kebaikan. Kapan pun dan dimana pun, kita bisa melakukan kebaikan. 

Dan berikut adalah 5 kebaikan sederhana yang insyaallah bisa kita amalakan bersama,

1.      Murah senyum, “Jangan pernah kamu remehkan kebaikan sekecil apa pun, walau hanya sekedar menampakkan wajah ceria penuh senyum di hadapan saudaramu.” (Al Hadits)

2.      Berdoa secara rahasia, “Siapa saja seorang muslim yang berdo’a untuk saudaranya yang lain secara rahasia, maka do’anya pasti mustajab, di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan untuk mengamini do’anya seraya berkata, ‘aamiin dan bagimu seperti apa yang kamu do’akan untuk saudaramu.’ “(Al Hadits)

3.      Memberi makan hewan apa saja yang kamu jumpai, “Dahulu, ada seorang wanita bani isra’il yang dikenal sebagai ahli maksiat (suka main dengan laki-laki), dan suatu hari dia berjalan melewati suatu jalan, kemudian ia mendapati seekor anjing yang sedang kehausan, lalu dengan penuh kasih, ia memberikan air minumnya kepada anjing tersebut. Oleh sebab kebaikan dan belas kasihnya, maka Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni dosa-dosanya dan memasukkannya ke syurga.” (Al Hadits)

4.      Bersedekah atau berbagi kepada siapa saja walau hanya dengan sebutir kurma, “Jagalah diri kalian dari siksa api neraka, walah hanya dengan sebutir kurma yang kamu bagi kepada orang lain.” (Al Hadits)

5.      Menyingkirkan atau menjauhkan segala hal yang dapat membahayakan orang lain atau makhluk lain, “Suatu ketika, ada seorang lelaki yang berjalan melewati jalanan yang sering dilalui manusia, disana ia mendapati sebuah duri/batu, kemudian ia berbisik dalam hatinya, ‘demi Allah, aku akan menyingkirkan duri/batu ini, sehingga tidak membahayakan orang lain.’ Oleh sebab kebaikannya tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke syurga." (Al Hadits)

Subhanallah allahu akbar, sungguh luarbiasa dan istimewanya mereka yang diabadikan kisahnya di dalam riwayat-riwayat hadits mulia, yang pelajarannya akan terus hidup dan berfaidah sampai hari kiamat. Kebaikan sederhana, berbuah syurga, menjadi sebuah kisah yang istimewa.